Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

WEBINAR

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang Kecam Keras Tertangkapnya Bandar Sabu di Pasar Gaung, Kejahatan Biadab Perusak Generasi

Saturday, January 10, 2026 | January 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T07:51:10Z

Fokus Online,Padang – Tim Phyton Polsek Lubuk Begalung, Polresta Padang menangkap seorang perempuan berinisial Cici Mariati (30) yang diduga kuat sebagai bandar narkotika jenis sabu di kawasan Pasar Gaung, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Kamis (8/1) 


Penangkapan tersebut mengungkap praktik peredaran sabu skala aktif yang menyasar masyarakat dengan harga murah.


Dari penggerebekan itu, polisi menyita 211 paket kecil sabu siap edar yang dijual seharga Rp50 ribu per paket, atau dikenal di kalangan pengguna dengan istilah paket hemat (pahe). 


Selain itu, petugas juga mengamankan satu paket besar sabu, timbangan digital, 99 kaca pyrex, ratusan plastik pembungkus, serta uang tunai Rp4,2 juta yang diduga merupakan hasil transaksi narkotika.


Polisi menyebutkan, barang bukti yang diamankan menunjukkan bahwa tersangka bukan sekadar pengguna, melainkan diduga berperan sebagai bandar yang aktif mengedarkan sabu di wilayah Kota Padang. Saat ini, aparat masih melakukan pengembangan kasus dan memburu jaringan pemasok berinisial D yang diduga menjadi sumber utama barang haram tersebut.


Menanggapi pengungkapan kasus ini, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, melontarkan kecaman keras terhadap pelaku peredaran narkotika. Ia menyebut bandar sabu sebagai “perusak bangsa” yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.


“Bandar sabu seperti ini adalah musuh masyarakat. Mereka sadar betul apa yang mereka jual itu racun, tapi tetap diedarkan demi uang. Ini kejahatan yang sangat biadab karena menghancurkan masa depan anak-anak kita,” tegas Firman.


Firman menilai peredaran sabu dengan harga murah sangat berbahaya karena secara sengaja menyasar kalangan ekonomi lemah dan generasi muda. Menurutnya, praktik tersebut menunjukkan bahwa pelaku tidak peduli dengan dampak sosial yang ditimbulkan.


“Menjual sabu Rp 50 ribu itu artinya sengaja menjebak rakyat kecil dan anak muda. Bandar seperti ini tidak pantas diberi toleransi sedikit pun. Hukum harus ditegakkan seberat-beratnya, jangan ada kompromi,” ujarnya dengan nada keras.


Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil mengungkap kasus tersebut, namun menekankan agar aparat tidak berhenti pada pelaku lapangan. Firman mendesak agar jaringan pemasok di atasnya segera dibongkar hingga ke akar.


“Kalau hanya bandarnya yang ditangkap, rantai ini tidak akan putus. Pemasok dan jaringan besarnya harus diburu sampai dapat. Negara tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba,” katanya.


Firman juga mengingatkan bahwa peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi Sumatera Barat dan dapat memicu berbagai tindak kriminal lain, seperti pencurian, kekerasan, dan kerusakan keluarga.


Firman Sikumbang juga menegaskan bahwa perang terhadap narkotika tidak boleh setengah hati. Bandar sabu, menurut Firman Sikumbang adalah pelaku kejahatan luar biasa yang dampaknya jauh melampaui korban individu karena merusak generasi dan tatanan sosial


Ketua LAN Sumbar ini juga mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman maksimal tanpa kompromi serta membongkar seluruh jaringan di atasnya, hingga ke akar.


“Jika negara lengah dan lembek menghadapi bandar narkoba, maka yang kita wariskan bukan masa depan, melainkan kehancuran,” tegas Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang, (Boby)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
Selamat datang di Website FOKUS ONLINE, Terima kasih telah berkunjung